DUTA KEMENPORA DI TAIWAN, HUMAIRA AZZAHRA

1. foto_2

HUMAIRA AZZAHRA, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkesempatan menjadi duta Kemenpora dalam Program Pemuda Magang Luar negeri (PPMLN). Kegiatan ini adalah merupakan salah satu program yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia. Dalam pidato sambutannya pada pembekalan para delegasi PPMLN di Wisma Kemenpora Cibubur, Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, Imam Nahrawi menuturkan “Pengalaman yang didapat peserta PPMLN mulai dari sekarang hingga di negara penempatan dan kembali ke tanah air harus bisa menginspirasi 60 juta pemuda Indonesia lainnya”. Program ini diikuti oleh pemuda dari Sabang sampai Merauke yang diseleksi secara ketat. Dari proses seleksi tersebut hanya 137 pemuda yang dinyatakan lolos dan ditempatkan di 15 negara.

Humairah Azzahra dan 13 pemuda lainnya berkesempatan ke Taiwan, salah satu negara maju di Asia. Kegiatan ini dibiayai penuh oleh Kemenpora meliputi biaya pembuatan paspor, VISA, tiket penerbangan, akomodasi dan konsumsi selama di Taiwan, serta uang saku. Keempatbelas delegasi Indonesia yang ke Taiwan tidak di tempatkan pada satu perusahaan/ lembaga yang sama, melainkan tersebar di berbagai wilayah di Taiwan yang berbeda-beda. Humaira ditempatkan di Taoyuan Municipal Guishanguomin Junior High School, salah satu SMP terbesar di Kota Taoyuan, Taiwan. Tugas utamanya adalah menjadi fasilitator Bahasa Inggris. Program ini berlangsung selama 6 minggu, terhitung sejak 12 November-24 Desember 2017.

1. foto_3

Humaira Azzahra mengajar

Menjadi fasilitator Bahasa Inggris tidak membuat Humaira hanya berkutat pada pelajaran Bahasa karena pihak sekolah juga mempersiapkan sesi Indonesian class, Islamic Lecture, dan Acehnese session. Pada sesi tersebut Humairah mengajak para guru dan siswa sekolah untuk mengenal lebih dekat budaya Indonesia dan Banda Aceh (daerah kelahiran Humairah) dan mengenal nilai-nilai keislaman yang masih tabu bagi orang Taiwan.

1. foto_4

Humaira Azzahra berbicara tentang Indonesia

Sebenarnya hal ini tidak ada dalam perjanjian kontrak internship, apalagi menyangkut masalah keagamaan. Akan tetapi ketertarikan pihak sekolah terhadap Islam muncul setelah melihat kebiasaan yang saya lakukan sehari-hari sangat berbeda dengan masyarakat Taiwan pada umumnya. Kehadiran Islam sebagai agama minoritas di Taiwan membuat mereka jarang memperoleh edukasi seputar kehidupan sebagai muslim. Beberapa guru malah hanya mengenal Islam sebagai agama yang dianut organisasi radikal di Timur Tengah yang sering kali mendapat sentimen negatif dari media massa.

1. foto_6

Humaira Azzahra bersama siswa Junior High School, Taoyuan Municipal Guishanguomin, Taiwan.

Oleh karena itu, pihak sekolah merasa perlu mengadakan sesi khusus untuk mempelajari Islam mengingat muslim adalah agama mayoritas Indonesia. Pada sesi tersebut saya memaparkan nilai-nilai Islam secara umum yang biasa saya tunjukkan di Taiwan seperti apa itu makanan halal, mengapa muslim tidak makan babi, bagaimana memakai kerudung, bagaimana cara muslim melakukan ibadah, mengapa muslim identik dengan Bahasa Arab, dan lain-lain. Sesi ini selalu sukses mengundang banyak pertanyaan dari para audiens yang sangat antusias dengan pemaparan Humairah. ( h.a. / m.r. )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>